Lagi-lagi langkah angkuh dilakukan oleh amerika serikat untuk menunjukkan dominasinya di dunia. Seperti pendahulu-pendahulunya yang lain, Presiden Barrack Obama -yang katanya akan lebih lunak dengan dunia islam/ timur tengah - telah mengirim pasukan tambahan sebanyak 17.000 orang ke afganistan.

Perlu anda ketahui, bahwa perang antara Amerika serikat yang dibantu oleh sekutu NATO -nya di afganistan telah berjalan kurang lebih 8 tahun sejak 2001 lalu. Jumlah pasukan yang dikerahkan oleh AS dan NATO pun sudah ratusan ribu, toh Afganistan yang hampir 80 % wilayahnya dikuasai Taliban tidak bisa ditaklukkan. Rupanya AS dan NATO tidak pernah belajar dari pengalaman pahit Uni Soviet yang akhirnya harus mengaku kalah setelah kurang lebih 10 tahun menjajah afaganistan ( Desember 1979 - Februari 1989).
Memang, kala itu afganistan yang dalam hal ini para mujahidin dibantu justru oleh AS, Pakistan, Arab Saudi yang memang punya kepentingan untuk melenyapkan Uni Soviet dari dunia. Tapi yang patut dicermati bahwa, perang yang tak kunjung selesai di afganistan telah menempa jiwa-jiwa disana untuk siap hidup menderita dan tahan banting.
Itulah kenapa, dengan persenjatan minim dan terkesan seadanyam AS dan NATO malah kerepotan dibikin para Santri Afganistan ini.
Popularity: 7% [?]
3 Responses
Firman Wijaya
February 23rd, 2009 at 5:15 pm
1Halo ko, apa kabar? Sorry kalo aku berseberangan pendapat dengan kamu tengtang masalah ini.
Aku lebih suka nyebut Amerika “peduli”, alih-alih “angkuh”.
Taliban memiliki penafsiran yang jahat tentang Islam, dan aku bersukur Amerika mengirim pasukan untuk menumpas mereka. Walaupun belum tuntas benar, tetapi sudah ada kemajuan: pemerintahan dipegang oleh dewan non Taliban, wanita memiliki lebih banyak kebebasan, perusakan-perusakan budaya oleh Taliban diminimalisir, dll.
Ingatkah bahwa ketika Taliban berkuasa, mereka menghancurkan patung Buddha yang dipahat di dinding jurang, dengan alasan patung itu melanggar norma norma Islam? Padahal patung itu yang dipahat ribuan tahun lalu adalah warisan budaya dunia menurut UNESCO. Tindakan jahat itu mengingatkan kita pada tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam, mengebom dan berusaha merusak candi Borobudur di Jawa Tengah.
Demikian pula perang Iraq. Memang jatuh korban sipil, tidak bisa dipungkiri, tetapi Amerika sukses menangkap dan menggantung pemimpin kejam Saddam Hussein, yang menggunakan senjata kimia untuk membunuh ribuan minoritas Kurdi, menginvasi Kuwait, membunuhi lawan-lawan politiknya, dll.
Media Indonesia sangat tidak berimbang dalam menyajikan berita…. yang dinterview dan di ekspos selalu yang menjadi korban bom Amerika.
Kenapa tidak pernah menginterview dan mengekspos korban kekejaman Saddam Hussein? Mengapa tidak pernah mengekspos penderitaan minoritas Kurdi yang berusaha dimusnahkan oleh Saddam? Tidak pernah mengekspos sentimen rakyat Kuwait terhadap Saddam?
Kalo mau bener-bener menjadi media yang imbang dan adil, harus ditampilkan juga itu.
Saya senang Amerika mau berkorban untuk menumpas ketidak adilan itu.
Long live United States.
Saya sendiri
February 24th, 2009 at 7:18 am
2Yup,opinimu emang bagus juga. Sebenarnya tergantung dari sudut pandang mana kita melihat pokok masalahnya.
Benar menurutku belum tentu benar menurutmu. Cuma kalo kata-kata akhir komenmu “Long Live united States”, boleh dong aku menulis “Long Live Taliban”
Firman Wijaya
February 26th, 2009 at 12:08 am
3hehe… yang mana yang “long live” beneran cuma waktu yang bisa menjawab. BTW, dimana skrg ko? Kapan moleh nang Polehan rek?
Firman
RSS feed for comments on this post · TrackBack URI
Leave a reply
Posting Terbaru
Kategori
Arsip
Mungkin berguna
Kabar dari saya
Blogroll
Konco2
KeDetek MyBlogLog
Jepretan