<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Amerika memang tidak mau belajar pada sejarah</title>
	<link>http://blog.ekoriduwan.com/amerika-memang-tidak-mau-belajar-pada-sejarah.html</link>
	<description>Eksploitasi dari memori yang volatile</description>
	<pubDate>Wed, 08 Feb 2012 13:52:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Firman Wijaya</title>
		<link>http://blog.ekoriduwan.com/amerika-memang-tidak-mau-belajar-pada-sejarah.html#comment-126</link>
		<dc:creator>Firman Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 17:08:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://blog.ekoriduwan.com/amerika-memang-tidak-mau-belajar-pada-sejarah.html#comment-126</guid>
		<description>hehe... yang mana yang "long live" beneran cuma waktu yang bisa menjawab. BTW, dimana skrg ko? Kapan moleh nang Polehan rek?

Firman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hehe&#8230; yang mana yang &#8220;long live&#8221; beneran cuma waktu yang bisa menjawab. BTW, dimana skrg ko? Kapan moleh nang Polehan rek?</p>
<p>Firman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Saya sendiri</title>
		<link>http://blog.ekoriduwan.com/amerika-memang-tidak-mau-belajar-pada-sejarah.html#comment-125</link>
		<dc:creator>Saya sendiri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 00:18:55 +0000</pubDate>
		<guid>http://blog.ekoriduwan.com/amerika-memang-tidak-mau-belajar-pada-sejarah.html#comment-125</guid>
		<description>Yup,opinimu emang bagus juga. Sebenarnya tergantung dari sudut pandang mana kita melihat pokok masalahnya.
Benar menurutku belum tentu benar menurutmu. Cuma kalo kata-kata akhir komenmu "Long Live united States", boleh dong aku menulis "Long Live Taliban" :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yup,opinimu emang bagus juga. Sebenarnya tergantung dari sudut pandang mana kita melihat pokok masalahnya.<br />
Benar menurutku belum tentu benar menurutmu. Cuma kalo kata-kata akhir komenmu &#8220;Long Live united States&#8221;, boleh dong aku menulis &#8220;Long Live Taliban&#8221; <img src='http://blog.ekoriduwan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Firman Wijaya</title>
		<link>http://blog.ekoriduwan.com/amerika-memang-tidak-mau-belajar-pada-sejarah.html#comment-124</link>
		<dc:creator>Firman Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 10:15:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://blog.ekoriduwan.com/amerika-memang-tidak-mau-belajar-pada-sejarah.html#comment-124</guid>
		<description>Halo ko, apa kabar? Sorry kalo aku berseberangan pendapat dengan kamu tengtang masalah ini. 
Aku lebih suka nyebut Amerika "peduli", alih-alih "angkuh".
Taliban memiliki penafsiran yang jahat tentang Islam, dan aku bersukur Amerika mengirim pasukan untuk menumpas mereka. Walaupun belum tuntas benar, tetapi sudah ada kemajuan: pemerintahan dipegang oleh dewan non Taliban, wanita memiliki lebih banyak kebebasan, perusakan-perusakan budaya oleh Taliban diminimalisir, dll.
Ingatkah bahwa ketika Taliban berkuasa, mereka menghancurkan patung Buddha yang dipahat di dinding jurang, dengan alasan patung itu melanggar norma norma Islam? Padahal patung itu yang dipahat ribuan tahun lalu adalah warisan budaya dunia menurut UNESCO. Tindakan jahat itu mengingatkan kita pada tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam, mengebom dan berusaha merusak candi Borobudur di Jawa Tengah.
Demikian pula perang Iraq. Memang jatuh korban sipil, tidak bisa dipungkiri, tetapi Amerika sukses menangkap dan menggantung pemimpin kejam Saddam Hussein, yang menggunakan senjata kimia untuk membunuh ribuan minoritas Kurdi, menginvasi Kuwait, membunuhi lawan-lawan politiknya, dll. 
Media Indonesia sangat tidak berimbang dalam menyajikan berita.... yang dinterview dan di ekspos selalu yang menjadi korban bom Amerika.
Kenapa tidak pernah menginterview dan mengekspos korban kekejaman Saddam Hussein? Mengapa tidak pernah mengekspos penderitaan minoritas Kurdi yang berusaha dimusnahkan oleh Saddam? Tidak pernah mengekspos sentimen rakyat Kuwait terhadap Saddam?
Kalo mau bener-bener menjadi media yang imbang dan adil, harus ditampilkan juga itu.
Saya senang Amerika mau berkorban untuk menumpas ketidak adilan itu.
Long live United States.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo ko, apa kabar? Sorry kalo aku berseberangan pendapat dengan kamu tengtang masalah ini.<br />
Aku lebih suka nyebut Amerika &#8220;peduli&#8221;, alih-alih &#8220;angkuh&#8221;.<br />
Taliban memiliki penafsiran yang jahat tentang Islam, dan aku bersukur Amerika mengirim pasukan untuk menumpas mereka. Walaupun belum tuntas benar, tetapi sudah ada kemajuan: pemerintahan dipegang oleh dewan non Taliban, wanita memiliki lebih banyak kebebasan, perusakan-perusakan budaya oleh Taliban diminimalisir, dll.<br />
Ingatkah bahwa ketika Taliban berkuasa, mereka menghancurkan patung Buddha yang dipahat di dinding jurang, dengan alasan patung itu melanggar norma norma Islam? Padahal patung itu yang dipahat ribuan tahun lalu adalah warisan budaya dunia menurut UNESCO. Tindakan jahat itu mengingatkan kita pada tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam, mengebom dan berusaha merusak candi Borobudur di Jawa Tengah.<br />
Demikian pula perang Iraq. Memang jatuh korban sipil, tidak bisa dipungkiri, tetapi Amerika sukses menangkap dan menggantung pemimpin kejam Saddam Hussein, yang menggunakan senjata kimia untuk membunuh ribuan minoritas Kurdi, menginvasi Kuwait, membunuhi lawan-lawan politiknya, dll.<br />
Media Indonesia sangat tidak berimbang dalam menyajikan berita&#8230;. yang dinterview dan di ekspos selalu yang menjadi korban bom Amerika.<br />
Kenapa tidak pernah menginterview dan mengekspos korban kekejaman Saddam Hussein? Mengapa tidak pernah mengekspos penderitaan minoritas Kurdi yang berusaha dimusnahkan oleh Saddam? Tidak pernah mengekspos sentimen rakyat Kuwait terhadap Saddam?<br />
Kalo mau bener-bener menjadi media yang imbang dan adil, harus ditampilkan juga itu.<br />
Saya senang Amerika mau berkorban untuk menumpas ketidak adilan itu.<br />
Long live United States.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

