Lagi hangat berita tentang pertarungan antara Masyarakat Film Indonesia (MFI) dengan Lembaga Sensor Indonesia (LSF). Kalo saya melihat dari sudut pandang saya sendiri, MFI barangkali merasa kurang puas karena film-film garapannya diguntingi  oleh LSF layaknya barang yang gampang membuatnya.  Parameter LSF pun dalam mensensor katanya ga jelas dan ujung-ujungnya akan mengebiri kreatifitas perfilman Indonesia.

Nah, orang LSF juga ga mau kalah. Menanggapi protes beberapa pihak tentang parameter atau indikator penyensoran, LSF ngomong kalo itu sudah jelas dan sesuai dengan norma bangsa Indonesia dst.

Kalo Menurut pendapatku seh, LSF yang harusnya dapat dukungan, dan kalo dipikir, ngapain sih LSF motong film? toh yang dipotong kebanyakan bukan adegan yang menghina pemerintah atau elit politik (pas orde baru kan bagian itu yang sering dipotong). Yang dipotong oleh LSF kan kebanyakan adegan-adegan bercinta, atau hal yang berhubungan dengan itu.

Kalo MFI berkilah kreatifitasnya terkebiri gara-gara adegan-adegan ini digunting LSF ya…berarti MFI pikiranya ngeres. :-D . Masa’ kreatifitas cuman gituan…kan kalo kreatifitasnya kreatifitas yang bagus mana mungkin dipotong ma LSF. Coba tuh bikin film animasi 3D atau film laga yang kaya jet lee. Gimana?

Popularity: 12% [?]

[Slashdot] [Digg] [Reddit] [del.icio.us] [Facebook] [Technorati] [Google] [StumbleUpon]